ECM adalah sebuah metode regresi time series yang digunakan untuk menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang di antara variabel-variabel penelitian. Untuk dapat menggunakan metode ini, persyaratan awal yang harus dipenuhi yaitu data tidak stasioner pada level, namun stasioner pada differens yang sama. Kemudian data juga harus memiliki minimal satu persamaan kointegrasi, yang artinya data memiliki hubungan jangka panjang. Tujuan dari metode ini pada dasarnya adalah agar persamaan regresi yang tidak stasioner pada level terkoreksi kembali ke ekuilibrium dalam jangka panjang. 

Kehadiran metode ini adalah untuk mengatasi kekurangan metode umum, yaitu Ordinary Least Square (OLS) yang tidak bisa digunakan ketika variabel tidak stasioner. Syarat stasioneritas yang harus dipenuhi adalah: 1) nilai rata-rata E(Xt)harus konstan pada seluruh t, 2) nilai varians Var(Xt) harus konstan pada seluruh t, dan 3) nilai kovarians Cov(Xt, Xt+k) konstan pada seluruh t dan k ≠ 0. Pada kondisi stasioner, seharusnya data akan cenderung kembali ke nilai rata-rata dan hanya fluktuatif di sekitar rataan dengan variasi konstan. Namun, dikarenakan model tidak stasioner, maka kondisi tersebut tidak terjadi, dan estimasi dengan menggunakan OLS akan menghasilkan regresi lancung (spurious regression). Regresi lancung adalah hubungan yang tidak sebenarnya dari variabel-variabel yang diteliti. Hal ini bisa karena data dipengaruhi oleh trend atau musiman. Biasanya, data yang menghasilkan kondisi ini memiliki nilai R2 yang relatif tinggi, namun nilai statistik Durbin Watson rendah, dan nilai t-statistik tinggi. Sehingga, kesimpulan cenderung menolak hipotesis nol, meskipun pada kenyataannya kedua variabel tidak berhubungan sama sekali. 

3 thoughts on “ERROR CORRECTION MODEL (ECM)

Leave a Reply